Skip to main content

KRITIK TERHADAP DIRI

 

KRITIK DIRI

Oleh: D E P

Banyak sebenarnya yang ingin saya tuliskan sebagai bentuk buah pemikiran, namun saat ini seperti masa-masa sulit bagi saya untuk mengungkpkannya dan memuli hal itu. Dengan kata lain sesuatu ada di dalam kepala saya namun ntuk mengungkapkannya menjadi sebuah bentuk tulisan adalah hal yang cukup berat bagi saya, entah mengapa saya belum mengenal gejala itu. Ibarat seseorang yang memiliki banyak pengetahuan dan sudah diarahkan bakal kemana, namun masih ada sebuah keraguan Yang mungkin membuatnya tidak jadi untuk melakukan hal tersebut.

Mengenal apa yang dikatakan dalam diri sendiri merupakan hal yang cukup sulit dilakukan oleh setiap manusia, tidak banyak orang yang sudah mampu untuk mengenal dirinya sendiri. Contoh saya sendiri yang sering dalam membicarakan mengenai bagaimana mengenali diri sendiri merupakan hal yang krusial wajib kita lakukan. Dengan membaca banyak buku mrngrnai psikologis yang membahas mengenai potensi diri, perjalanan manusia mengenal pribadinya masing-masing, mungkin itu hanyalah sebuah bacaan yang kini mungkin sudah lupa apa yang disampaikan oleh buku tersebut.

Mengenal diri menjadi sangat sulit ketika kita sudah mendapat kebahagiaan tanpa sebuah kegelisahan. Dalam sebuah teori psikologis salah satu cara dari mengenal diri sendiri adalah dengan mencintai, membahagiakan dirinya dengan bentuk euforia, namun jangan menjadi salah penafsiran dalam mengartikan mencintai diri sendiri, yang dimaksud buakan hanya bersenang-senang dengan memanjakan tubuh tanpa adanya suatu usaha, namun yang dimaksud adalah bagaimana kita merasa bahagia di suatu tempat, di setiap keadaan yang hadir dalam diri kita. Kegelisahan menjadi sangat penting ketika kita merasa berada dalam setiap keadaan euforia yang berlebihan. Justru yang demikian akan menjadikan proses dalam mengenal diri akan jauh lebih jauh dan kna menjadi sesuatu usaha yang sia-sia.

Menerapkan apa yang sudah kita-ketahui memanglah hal yang snagat sulit dilakukan, dengan berbagai tantangan yang bertubi-tubi kadang menipu kita untuk menjadi semakin jauh dalam sebuah pencapaian yang sudah kita canangkan sebelumnya. Salah satu hal terbaik untuk kembali mengenal jati diri adalah dengan sikap sederhana dalam menjalani setiap keadaan, merasa nyaman dengan setiap tempat dan juga perbuatan. Hanya satu yang ingin saya katakan terhadap diri sendiri terutama “Apa yang menjadi sebuah keinginanmu maka lakukanlah selagi itu baik, tinggalkan yang menurutmu buruk, engkau belajar berbagai macam hal, membaca berbagai macam jenis buku, tetapi engkau tidak mampu utnuk membedakan mana yang baik dan buruk, mana benar dan mana yang salah, maka ilmumu belum juga manfaat terhadap dirimu sendiri, sedangkan engkau bercita-cita setinggi langit ingin bermanfaat bagi orang lain, itu adalah sebuah keniscayaan”. Berbagai tujuan yang ingin dicapai tentunya akan mengalami rintangan terlebih dahulu, jadi wajar-wajar saja ketia kita kadang berhenti berjalan, bahkan berjalan secara mundur. Tapi yang paling penting adalah jangan berhenti untuk tetap berjalan meskipun banyak batu dan bukit besar yang menjadi sebuah penghalang masa depan.

Comments

Popular posts from this blog

cinta

  kompleksitas mencintai Oleh: D E P Diawali dengan sebuah pertanyaan, Bagaimana cinta itu hadir dalam diri seseorang?. seorang awam menjawab “ tentu ketika aku melihatnya seseorang selama lebih dari seratus kali aku tidak merasa bosan dan cinta itu tetap hadir ”jawaban itu tidaklah salah, dan juga bisa saja benar bagi sebagian orang yang meyakini demikian. Saya pernah bertanya kepada soeroang teman “ apa itu cinta ? Dia menjawab “cinta   dalam bahasa yunani yang berarti tali, maka timbullah anggapan bahwasannya ketika seseorang sedang mengalami sebuah permasalahan dalam cinta, dapat diibaratkan sebagai sebuah tali yang putus. Seiring seseorang menyebutnya sebagai istilah putus cinta” Lebih dalam lagi ada tiga kata Cinta yang digunakan dalam bahasa yunani, diantaranya eros , philia , dan agepe . Tiga nama tersebut adalah sebuah perwujudan daripada para dewa yang diyakini sebagai bentuk penggambaran dari cinta itu sendiri. Eros yang digambarkan sebagai bentuk cinta yan...

Nepotisme

Nepotisme Dalam Demokrasi Lokal              K eberadaan pemerintah daerah dalam negara kesatuan Republik Indonesia dengan pemberian kewenangan otonomi daerah yang luas, merupakan keputusan politik nasional yang sangat berarti dan memang dikehendaki oleh rakyat indonesia. Seiring dengan diberlakukannya kebijakan otonomi daerah yang luas sejak 2001, muncul fenomena kasus korupsi yang banyak ditemukan di daerah. Otonomi daerah yang mulanya diasumsikan sebagai upaya pemerintahan pusat untuk lebih memberdayakan masyarakat dengan mengurangi sentralitas hasil sumber daya alam daerah (SDA), ternyata juga menjadi lahan dimana praktek korupsi berlangsung. Jika dahulu sebelum otonomi daerah praktek korupsi begitu terpusat, tapi sekarang sudah terjadi perpindahan penyakit korupsi yang merambat ke tingkat daerah. Dari sini implementasi desentralisasi atau otonomi daerah dinilai lebih memicu terjadinya penyebab praktik korupsi yang parah ...

Pendidikan Sedang Sakit

     Pendidikan Sedang Sakit Oleh: D E P Pendidikan sebagai jembatan dalam mencerdaskan generasi bangsa, pendidikan memiliki peranan yang begitu penting dalam kemajuan sebuah Negara. Apabila masyarakat memiliki pendidikan yang lebih baik maka kemajuan berfikir setiap orang pasti akan berkembang, sehingga orang mampu menyumbangkan ide atau gagasannya sebagai bentuk memajukan sebuah Negara. Pendidikan merupakan bekal yang paling utama dalam sebuah kehidupan setiap orang. Yang mana dengan pendidikan seseorang mampu membedakan mana yang baik dan buruk, dan mana yang boleh dilakukan dan tidak. Akan tetapi saat ini kondisi pendidikan sangat memprihatinkan, pendidikan hanya menghasilkan orang pintar bukan orang terdidik. Saat ini banyak sekali terjadi tindakan-tindakan yang memalukan di negeri ini sepertihalnya korupsi, suap dan masih banyak lagi yang terjadi lainnya. Namun anehnya para pelaku tindakan tersebut adalah para orang-orang pintar yang bergelar sarjana. Ketika kit...